Cara Memasang Pompa Air yang Benar

Pompa air yang memiliki kualitas baik tentunya juga memiliki kinerja yang baik pula dan akan awet serta tidak akan mudah mengalami masalah. Tidak hanya memilih akan kualitas pompa air saja, pemasangan pompa air pun harus benar sehingga bisa beroperasi dengan bagus. Memasang pompa air sebenarnya tidak membutuh banyak berpikir mengenai cara memasangnya, karena yang kita butuhkan adalah kerja otot kita untuk memasang kabel, paralon penyedot, selang dan lain sebagainya. Tetapi kadang-kadang masih banyak yang mengalami kegagalan dalam pemasangan pompa air, sehingga apabila pemasangan pompa air tersebut gagal maka akan mengakibatkan pompa air tersebut tidak dapat menghisap air.
Berikut ini merupakan tips memasang pompa air yang benar dan tepat, sebagai berikut:
1.    Bila tegangan listrik di kawasan kurang stabil, pergunakan stabilizer tegangan listrik untuk menghidupkan pompa.

2.    Persiapkan alat dan bahan pemasangan seperti pipa paralon 1 inch dan ¾ inc secukupnya atau sesuai kebutuhan, siltip, lem paralon, elbo 1 dan ¾ inc, foot klep, watermur, sambungan dengan drat, saringan 1 inch, kabel NYM atau sejenisnya dengan diameter minimal 2,5 mm, saklar atau steker, selang air ¾, paku 2 -3 inc, kayu balok, seng untuk menutup pompa air, dan peralatan lainnya.

3.    Amplaslah terlebih dahulu pipa paralon bagian luar serta bagian dalam yang hendak disambungkan.

4.    Sambungkanlah paralon terhadap pipa hisap dengan memakai lem PVC sesuaikan panjang paralon tersebut dengan pedalaman sumur.

5.    Pasangkan Foot klep serta watermur, Foot klep di bagian ujung bawah paralon sedangkan watermur di bagian ujung atas paralon.

6.    Masukkanlah pipa ke dalam sumur, dapat dipastikan bahwa bagian ujung foot klep minimal berada 30cm di atas permukaan tanah sumur, hal tersebut bertujuan supaya tidak terhisap tanah ataupun lumpur.

7.    Tempatkan pompa air sedekat mungkin dengan sumber air, dengan memperkecil jarak pipa hisap (suction) akan menambah daya semburan pipa dorong (discharge). Jika hal ini tidak memungkinkan karena pertimbangan ruangan, jarak maksimal pipa dari sumur pompa dibatasi sesuai tinggi hisapnya (suction lift).

8.    Tempatkanlah di tempat yang mudah untuk diperiksa jika ada masalah pada pompa air dan dudukan pompa harus kuat untuk mencegah kemiringan setelah beberapa tahun dipakai.

9.    Kurangi jumlah tikungan dalam sambungan pipa agar mencegah kebuntuan ke depannya.

10.    Pasang pipa dari pompa air secara vertikal ke dalam sumur dengan jarak ujung pipa ke dasar sumur minimal 30cm, dan ujung pipa terendam di dalam air. 

11.    Pompa air otomatis yang dipasang untuk menyalurkan air ke tower air dengan sumber air dari sumur atau bak penampung di bawah.

12.    Pipa hisap harus dipasang horizontal atau miring untuk mencegah udara terperangkap, keadaan seperti ini akan mengurangi debit air yang keluar.

13.    Tidak boleh ada kebocoran pada instalasi pipa, baik pipa untuk hisap maupun pipa keluar, karena itu pemasangan, penyambungan, dan pengeleman pipa harus dilakukan dengan benar. 

14.    Pemasangan pompa air sudah selesai serta dapat dipakai untuk mengalirkan air ke ruangan seperti kamar mandi, tempat menyuci, ataupun tempat yang lainnya.

Demikian informasi mengenai cara memasang pompa air yang benar. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda yang membacanya. Selamat  membaca dan terima kasih.