Cara Memilih Pompa Air yang Tepat


Banyak rumah tangga di kota-kota sudah menggunakan pompa listrik, karena masih banyak orang atau dalam rumah tangga yang mengandalkan sumber air tanah. Air merupakan kebutuhan utama rumah tangga, selain kebutuhan vital seperti minum, masak, cuci, mandi maupun keperluan lainnya seperti cuci motor atau mobil, siram tanaman, dan lain-lain. Maka itu, untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari dalam sebuah rumah, biasanya mereka membutuhkan minimal 1 buah pompa air untuk mendistribusi air dari sumber ke seluruh titik air.
Sekarang ini banyak sekali jenis pompa air dengan berbagai merek yang beredar di pasar. Untuk dapat memilih pompa air yang tepat sebenarnya tidak terlalu sulit, yang penting kita memiliki informasi yang akurat sebelum membeli pompa air. Tanpa informasi yang akurat bukan kita saja yang bingung, toko penjual pompa air pun akan bingung memilihkan pompa yang tepat untuk kita. Berikut cara memilih pompa air yang tepat yang dapat kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Kedalaman Air. Ukur kedalaman permukaan air dari permukaan tanah di mana pompa air akan dipasang. Informasi mengenai kedalaman permukaan air seringkali salah, karena yang sering diberikan oleh konsumen adalah kedalaman sumur bukan kedalaman permukaan air. Pipa bisa saja kita benamkan sampai 30 meter walaupun permukaan airnya berkedalaman hanya 3 meter saja. Bila sumber air yang akan kita gunakan adalah sumber air yang lama, maka kita dapat mengukur sendiri ketinggian air dengan memasukkan paku yang diikat dengan benang. 
  2. Jenis Pompa Air. Untuk kedalaman permukaan air kurang dari 7 meter, maka pilihlah pompa sumur dangkal dengan daya listrik 125 watt atau 200 watt. Untuk kedalaman 7 meter hingga 9 meter, sebaiknya memakai pompa sumur dangkal tipe semi jet pump dengan daya listrik 100 watt atau 250 watt. Bila kedalaman permukaan sumber air lebih dari 9 meter, maka  sebaiknya menggunakan pompa air berjenis jet pump, dengan menggunakan pompa air jenis ini, maka sumur minimal harus memiliki diameter 4″, agar ventury jet dapat masuk ke dalam sumur. Untuk kedalaman permukaan air hingga 12 meter, kita dapat menggunakan pompa jet pump yang berdaya listrik 125 watt atau 150 watt.
  3. Spesifikasi Pompa Air. Dengan adanya spesifikasi pompa air ini, kita dapat membandingkan kedalaman permukaan air dengan informasi daya hisap. Umumnya, standard yang digunakan oleh produsen pompa air adalah kedalaman permukaan air maksimal di mana air dapat terhisap.
  4. Voltase dan Daya Listrik Rumah. Pilih pompa air yang cocok dengan voltase di rumah kita, jangan melebihi batas daya listrik di rumah kita.
  5. Ketinggian Tower. Sampai ketinggian berapa air akan disalurkan. Daya dorong juga dipengaruhi oleh berapa kedalaman hisapnya. Makin pendek daya hisap, makin jauh daya dorongnya. Oleh karena itu, usahakan untuk menempatkan mesin pompa dengan sumur serendah mungkin.
  6. Pemutus arus. Pilihlah pompa air yang motornya dilengkapi dengan thermal protector atau circuit breaker, yang berfungsi untuk memutus arus listrik bila beban pompa berlebihan. Jadi, pompa air secara otomatis akan berhenti kalau terlalu panas sehingga pompa air tidak terbakar.
  7. Debit per Jam.  Dengan daya listrik yang sama, pilihlah pompa air yang mempunyai kapasitas lebih besar, sehingga pengisian air ke dalam toran lebih cepat dan menghemat pemakaian listrik. 
  8. Pilih Pompa dengan Suara yang Halus. Untuk itu tes terlebih dahulu pompa air yang kita pilih. Bila suara pompa airnya  kasar, maka minta took penjual pompa air untuk  mengganti pompa air  dengan yang lain. Karena dengan suara pompa air yang kasar menunjukkan adanya kejanggalan atau masalah pada pompa air.

Demikian informasi mengenai cara memilih pompa air yang tepat. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda yang membacanya. Selamat  membaca dan terima kasih.