Sejumlah warga pelanggan PDAM ditengarai masih kerap menyedot air menggunakan pompa air. 

Tindakan ini akan memengaruhi sehingga berdampak tersendatnya distribusi air bersih kepada pelanggan di sekitarnya. 

Meski Kota Pasuruan mendapat pasokan air bersih 110 liter/detik dari sumber Umbulah. Hal ini belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. 

Tambahan pasukan air 30 liter/detik dari sumber di Pleret juga belum bisa mengakomodasi para pelanggan di kawasan pesisir pantai utara. 

“Kami masih sering menemukan warga yang menyedot air dengan pompa. Memang tidak ada sanksi, tetapi tindakan mereka berdampak pada penurunan debit air di sekitarnya,” kata Moch Imron, Kepala Bidang Teknik PDAM Kota Pasuruan. 

Menurutnya, di beberapa kawasan terjadi kekurangan tekanan dalam pendistribusian air bersih. Bahkan, meski dibantu dengan mesin pompa, distribusi air tidak lancar. 

Kondisi ini semakin parah dengan ada pelanggan yang menyedot air untuk kebutuhan sendiri. 

“Meskipun tekanan kecil, air masih bisa terdistribusi ke pelanggan. Ini terbukti pada saat aliran listrik padam, semua pelanggan bisa teraliri air. Karena tidak ada yang menyedot dengan pompa,” katanya. 

Pihaknya menyarankan agar pelanggan membuat tandon air bawah tanah untuk menampung air bersih. 

Tandon air ini yang bisa disedot menggunakan pompa air agar masuk ke rumah. 

Slamet Suhartono, Kabag Humas dan Pelanggan PDAM Kota Pasuruan menambahkan, kebutuhan air bersih masyarakat bisa terpenuhi jika debit air mencapai 240 liter/ detik. 

Kekurangan ini bisa terpenuhi jika proyek air bersih dari Sumber Umbulan telah dilaksanakan. 

“Ukuran ideal untuk bisa melayani seluruh pelanggan, debit air harus mencapai 240 liter/detik sehingga tekanan air yang semakin kuat bisa menjangkau seluruh kawasan,” katanya. 

Untuk melayani daerah yang minim pasokan air, PDAM bekerja sama dengan IWINS, proyek yang didanai USAID, untuk meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat. 

Melalui program master meter, ada 1.200 warga di Kota Pasuruan telah mendapatkan aliran air bersih. 

“PDAM hanya mendaftar meter induk, sedangkan meter di rumah warga dikelola swadaya. 

Master meter ini dipasang di tiga kelurahan, yakni Kepel, Pekuncen, dan Ngemplakrejo, yang dimulai April 2016 lalu,” kata Manajer Area Pasuruan USAID-IWINS, MH Dardiri. 

arie yoenianto 

Sumber : http://www.koran-sindo.com/